Mengatasi Math Anxiety: Strategi Efektif Menurut Penelitian Terbaru (2018–2025)
Kecemasan matematika (math anxiety) adalah kondisi ketika siswa merasa takut, tegang, atau terancam saat berhadapan dengan matematika. Kondisi ini berdampak langsung pada kemampuan pemecahan masalah dan rasa percaya diri siswa. Oleh karena itu, memahami apa yang menyebabkan kecemasan dan bagaimana mengatasinya menjadi penting bagi guru, siswa, maupun pengembang bahan ajar seperti DelfyMathLearning.
Menurut Balt et al. (2022) dalam Frontiers in Education, math anxiety dapat dikurangi melalui intervensi yang menggabungkan dukungan emosional, latihan bertahap, dan lingkungan belajar yang aman. Mereka menemukan bahwa siswa merasa lebih nyaman ketika guru menggunakan pendekatan ramah, tidak menghakimi, serta memberikan kesempatan untuk mencoba tanpa takut salah.
Menurut Ashcraft & Krause (2019) dalam Frontiers in Psychology, kecemasan matematika memengaruhi fungsi working memory, sehingga siswa sulit fokus saat mengerjakan soal. Menurut mereka, strategi pembelajaran yang menurunkan tekanan emosional—misalnya memberikan contoh bertahap, memberi waktu berpikir lebih panjang, dan menggunakan konteks nyata—dapat membantu siswa mengelola beban pikirannya.
Menurut Moustafa (2021), intervensi berbasis regulasi emosi seperti reappraisal, latihan pernapasan, atau pendekatan mirip CBT (Cognitive Behavioral Therapy) menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengurangi ketegangan siswa sebelum belajar matematika. Ia menekankan bahwa strategi pengelolaan emosi tidak kalah penting dibanding strategi akademik.
Menurut Sammallahti et al. (2023), dukungan self-efficacy memainkan peran sentral dalam menurunkan math anxiety. Siswa yang percaya pada kemampuannya sendiri menunjukkan kecemasan yang jauh lebih rendah. Oleh karena itu, pengalaman belajar yang memberikan “small success experiences”—misalnya soal mudah yang diselesaikan dengan benar—dapat meningkatkan keyakinan siswa.
Menurut beberapa studi intervensi edukatif terbaru (2020–2024), penggunaan media interaktif, visualisasi konsep, dan simulasi digital juga terbukti membantu siswa mengurangi rasa takut karena mereka lebih mudah memahami ide abstrak. Media pembelajaran seperti video, diagram fungsi interaktif, atau kuis digital membuat proses belajar terasa lebih natural dan menyenangkan.
Secara keseluruhan, menurut rangkaian penelitian tersebut, math anxiety dapat dikurangi melalui kombinasi strategi:
- Dukungan emosional dari guru,
- Penguatan self-efficacy,
- Latihan bertahap dan terstruktur,
- Media pembelajaran visual dan interaktif,
- Teknik regulasi emosi sederhana.
📚 Daftar Pustaka (Open Access 2018–2025)
Balt, M., et al. (2022). Reducing Math Anxiety in School Children: A Systematic Review of Intervention Research. Frontiers in Education.
Ashcraft, M. H., & Krause, J. A. (2019). Working memory, math performance, and math anxiety. Frontiers in Psychology.
Moustafa, A. A. (2021). The need to develop an individualized intervention for mathematics anxiety (i-CBT proposal). Frontiers in Psychology.
Sammallahti, E., et al. (2023). A Meta-Analysis of Math Anxiety Interventions. Journal for the European Network for Research in Mathematics Education (Open Access).
